Jumat, 02 Januari 2015

Bupati Resmikan Gedung Rp 1,5 milyar

TANA PASER – Bupati Paser HM Ridwan Suwidi, Sabtu (27/12) meresmikan Gedung Awa Taka Barayak Desa Janju, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser. Gedung Awa Taka Barayak dibangun menggunakan Dana Cor-porate Social Responbility (CSR) dari PT Kideco Jaya Agung.
Secara simbolis, Bupati Paser HM Ridwan Suwidi melakukan penandatanganan dan pemotongan pita di acara yang dihadiri oleh Muspida dan Muspika tersebut. “Gedungnya bagus dan megah,” ucap Ridwan saat berada dalam gedung.
Dalam pidatonya, Bupati menyampaikan terima kasih kepada Kideco, yang peduli terhadap pembangunan Kabupaten Paser. Ridwan mengakui, peran Kideco cukup besar, terbukti beberapa Fasilitas umum dibangun oleh perusahan pertambangan Batubara generasi pertama Indonesia sekaligus terbesar di Kabupaten Paser tersebut.
“Banyak pasilitas yang dibangun oleh Kideco, selain gedung Awa Taka Berayak yang megah ini, Kideco juga membangun Telaga Ungu, jalur dua di Batu Kajang dan masih banyak pembangunan lain yang semuanya murni dibangun Kideco,” ucapnya sembari diikuti tepuk tangan hadirin.
Sementara menurut Kades Janju, Edi Karyadi saat dtemuai di sela acara mengatakan, gedung berkapasitas 550 orang tersebut untuk kepentingan warga. Sedangkan pengelolaannya diserahkan ke Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).
“Gedung ini kan serbaguna, jadi bisa buat apa saja, bisa acara kawinan, perpisahan sekolah, dan acara lainnya. Tempat ini sangat memungkinkan karena tempatnya cukup luas, ukurannya 8 kali 12 meter. Sedangkan tarif sewanya itu menjadi pendapatan asli desa,”  katanya.
Proses pembangunan Gedung Awa Taka Barayak, lanjut Edi, tidak memakan waktu terlalu lama. "Hanya sekitar delapan bulan pengerjaan, gedung pun rampung," tukasnya. (sur)

Kelahiran Brotoseno, Meriahkan HUT Paser

TANA PASER - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Paser ke-55, Pemkab sengaja menggelar pertunjukan wayang kulit  di areal Wisata Belanja Bank Kaltim, Sabtu malam (27/12).
Menampilkan Ki dalang Joko Purnomo, yang masih tercatat sebagai mahasiswa Insitut Seni Surakarta, mengusung lakon kelahiran Brotoseno dalam pertunjukan wayangnya. Pagelaran diawali dengan Penyerahan Tokoh Brotoseno dari Koordinator Wayang Kulit Paser Suranto  kepada  Wakil Bupati Paser HM Mardikansyah.
“Sengaja kami memilih cerita ‘Kelahiran Brotoseno’ di Peringatan HUT Paser ke-55 ini, selain untuk lebih mengenalkan seni perwayangan, dan dalam rangka pergantian pemimpin pada 2015 mendatang. Harapannya, pemimpin Paser kedepan dapat mencontoh sosok Brotoseno,  dengan karakter bijaksana, dan tegas,” kata Suranto.
Selain itu, lanjut Dia, pihaknya juga telah mendatangkan tujuh mahasiswa dari Institut Seni di Surakarta. Terdiri dari satu dalang, satu sinden (penyanyi), dan lima pemain gamelan.
“Jadi masih berhubungan dengan pergantian tampuk kepemimpinan, sengaja pula kami menghadirkan pemain yang rata-rata di bawah usia dua puluh tahun. Harapannya, supaya pemimpin Paser ke depan hadir dari generasi muda,” harapnya. (sur)

Meriah, Pembukaan Expo 2014

TANA PASER – Pembukaan Pameran Pembangunan yang dikemas dalam Paser Expo 2014, Jum’at (26/12) sore, berlangsung meriah. Kegiatan ini salah satu rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Paser ke-55.
Acara yang dipusatkan di Areal Telaga Ungu, Kabupaten Paser tersebut dibuka dengan tarian-tarian daerah, pelepasan balon, dan pemotongan pita.  Pita dipotong oleh Komandan Kodim (Dandim) 0904/TNG, Letkol ARM Rimoko Ardani didampingi Bupati Paser HM Ridwan Suwidi dan Wabup HM Mardikansyah.
Paser Expo 2014 yang bertajuk ‘Menyongsong Fajar Tana Paser Cemerlang’ dimeraihkan sejumlah kegiatan, seperti Tabliq Akbar, parade band, dan Festival Rakyat. Kegiatan tersebut sengaja dikemas dengan nuansa ungu, warna kebanggaan masyarakat Paser.
Paser Expo 2014 diikuti seluruh dinas, dan Perusahan Daerah, termasuk Unit Kegiatan Masyarakat (UKM) dan Pedagang Kaki Lima (PKL).
Sementara itu, Panitia Paser Expo 2014, Marwan Natsir mengatakan, pihaknya telah menyiapkan ratusan stand pameran yang siap ditempati selama Paser Expo 2014 ini berlangsung. “Sekitar 129 stand pameran yang telah ditempati. Yakni swasta/investasi ada 18 stand, SKPD sebanyak 33 stand, UKM 68 stand, dan kuliner dengan 10 stan,” jelasnya. (sur)

Motor ‘Nyemplung’ ke Sungai, Satu Orang Tewas

*Lintasi Jembatan yang Belum Tersambung
TANA PASER – Kecelakaan terjadi di jembatan penghubung Tanah Grogot-Tanah Priuk pada Kamis (4/12) lalu. Hidayatullah (20), pengendara motor diduga lalai karena tetap melintasi jembatan yang belum tersambung. Akibatnya, Ahmad Yamanani (20), penumpang motor itu meninggal dunia.
“Sepeda motor KT 2917 EAA yang dikemudikan Hidayatullah diduga lepas kontrol dan terjatuh ke sungai. Sedangkan Ahmad Yamani, mening-gal dunia karena tidak bisa berenang,” kata Kapolres Paser AKBP Irwan didam-pingi Kasat Lantas AKP Rahmadhanil, Jum’at (5/12) malam.
Rahmadhanil mene-rangkan, mereka berbon-cengan dari arah Jl Kandilo Bahari menuju Tanah Priuk. Sesampainya di jembatan yang masih dalam tahap pengerjaan, Hidayatullah tetap memacu laju kendaraannya. Keduanya pun tercebur ke dalam sungai. “Setelah terjatuh, pengendara (Hidayatullah, Red) mencoba mencari temannya yang tenggelam. Kemudian, korban kami larikan ke RS Panglima Sebaya untuk divisum, sedangkan pengendara diamankan di Mapolres,” terangnya.
Menurut Rahmadhanil, Hidayatullah terindikasi lalai dalam berkendara. Namun dari hasil pemeriksaan, Hidayatullah tidak dalam pengaruh alkohol maupun narkoba.  “Dia mengaku belum halap jalan, ditambah kondisi gelap dan hujan. Dia juga baru menetap enam bulan di Kabupaten Paser dan bekerja sebagai buruh toko bangunan,” pungkas Rahmadhanil.
Rahmadhanil menjelaskan, di lokasi pengerjaan jembatan tersebut awalnya dibangun portal, namun dilepas dan diganti plang oleh kontraktor. “Menurut warga setempat, setelah portalnya dicopot, kontraktor hanya menggantinya dengan palang. Tapi sekarang sudah kami pasang tanda dan rambu petunjuk jembatan belum rampung, supaya kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Jembatan yang menghubungkan antara Kandilo Bahari dan Tanah Priuk tersebut hingga saat ini belum selesai pengerjaannya. Tapi, jika sekilas memandangnya, jembatan seperti telah selesai dikerjakan karena telah dicat. (sur)

Kejar Buronan, Kapolsek Disabet Badik

*Dua Bulan DPO, Kasus Penganiayaan
TANA PASER – Kapolsek Muara Komam, AKP Subari terluka di lengan sebelah kanan saat hendak mengamankan Alpianor alias Iyan Kodok, pelaku penganiayaan yang bersembunyi di Hutan Kecamatan Muara Koman. Pelaku melawan ketika hendak diamankan petugas dan mengayunkan senjata tajam jenis badik.
Iyan Kodok menjadi buruan polisi setelah menganiaya Slamet Daroni Senin (22/10) lalu di Dusun Kotib, Desa Batu Butok, Kecamatan Muara Komam.
Setelah melukai korban dengan sebilah parang di lengan kanan, kiri dan punggung, Iyan Kodok melarikan diri masuk ke dalam hutan. Keesokan harinya, ia kabur ke daerah asal kelahirannya di Kitab, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
“Setelah dua bulan, pelaku kembali ke sini (hutan di Kecamatan Muara Komam, Red), sambil bekerja serabutan. Karena sudah tidak tahan menganggur, dan tidak ada penghasilan di kampungnya,” kata Subari kepada Koran Kaltim, Jum’at (26/12).Dalam pelarian, lanjut Subari, Iyan Kodok selalu mencari peluang untuk bisa bertahan hidup tanpa di ketahui pihak polisi. “Namun dari berbagai upaya penyelidikan, kami akhirnya mengetahui keberadaannnya. Dan pada Selasa (23/12) lalu, kami langsung menyergapnya di lokasi persembunyiannya,” jelasnya.
Menurut dia, saat pihaknya hendak melakukan penangkapan, pelaku melakukan perlawanan dengan menggunakan sebilah sajam berjenis badik hingga melukai tangan kanan Subari.
“Namun, akhirnya pelaku dapat kami amankan, dan sekarang sedang menjalani proses hukum di Mapolsek Muara Komam untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” terangnya.
Iyan Kodok dijerat pasal tentang penganiayaan dan juga Undang-undang darurat tentang membawa, menguasai, memiliki, menyimpan senjata tajam tanpa izin yang sah. (sur)