Senin, 13 Oktober 2014

HMI Bagikan 1.000 Masker Gratis

Koran Kaltim , Oktober 13th, 2014, in Kaltim Selatan
TANA PASER – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Paser, Minggu (12/10) kemarin, membagikan 1.000 masker gratis dikawasan Simpang Empat Kilometer 1 Jl Jenderal Sudirman. Pembagian masker ini untuk mengingatkan warga terkait kabut asap yang semakin pekat.
“Ini adalah wujud kepedulian kami kepada masyarakat agar tidak melupakan pentingnya kesehatan. Sebab musim kemarau dan pembakaran lahan yang marak, membuat Paser berkabut asap,” kata koordinator kegiatan sekaligus Bendahara Umum HMI Cabang Paser, Harry Al Adha Pratama, kemarin.
Akibat asap seperti ini, lanjut Harry, berdampak tidak sehat bagi pernafasan. Oleh sebab itu, HMI berharap masyarakat bisa menjaga dan melengkapi diri dengan masker, ketika berkendara ataupun melakukan aktivitas lainnya.
“ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) kan tidak bisa terdeteksi secara cepat. Untuk itu kami membagikan masker supaya masyarakat lebih waspada dan lebih peduli terhadap kesehatannya. Selain itu kami juga ingin lebih mendekatkan diri dengan masyarakat,” sebutnya.
Ketua Umum HMI Cabang Paser Ardiansyah mengatakan, sebagai sebuah organisasi, keberadaannya memang harus dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Maka dengan ini, kami memberikan bantuan untuk meminimalisir penderitaan yang dirasakan oleh masyarakat.
“Bantuan ini berasal dari anggota HMI dan KAHMI yang ada di Kabupaten Paser. Kami berharap sedikit bantuan dari kami dapat bermanfaat dan jangan dilihat dari seberapa besar nilainya,” tambahnya.
Sekadar diketahui, sebelumnya, juga dilakukan pembagian masker gratis kepada masyarakat. Pada Jumat (10/10) lalu, Kodim 0904/TNG telah membagikan 1.000 masker kepada pengendara di depan Makodim 0904 TNG. Diikuti, Polres Paser yang juga membagikan masker pada Sabtu (11/10) lalu di dua titik yakni di Simpang Lima depan Plaza Kandilo serta di depan SPBU Kilometer 1. (sur)

Jumat, 10 Oktober 2014

Kini Menggunakan Portabel

TANA PASER – Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Paser mempersiapkan bak sampah portable jenis kontainer untuk menggantikan Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS).
“Secara bertahap, kami telah menggantikan TPS model lama dengan bak sampah portabel. Bentuknya hampir sama dengan kontainer dan dapat dipindah- pindah,” kata Kepala DKP Kabupaten Paser, Herwati, kepada koran ini, kemarin.
Menurut dia, pemanfaatan TPS model lama, kurang optimal untuk menampung sampah karena tidak jarang sampah yang dibuang, berceceran di luar tempat sampah dan membuat kotor lingkungan sekitarnya.
“Bak sampah portabel dilengkapi pintu yang bisa dibuka dan ditutup. Jadi lebih rapi dan terlindung dari tiupan kencang atau binatang liar seperti kucing dan anjing. Di sekitar bak sampah portabel itu ada yang menjaganya,  seperti bisa kita lihat di SDN 017 dan SDN 001 Tanah Grogot,” kata Herwati.
Namun demikian lanjut dia, penggantian TPS saja tidak cukup untuk meminimalisir kekotoran sampah, melainkan harus ditunjang dari kesadaran masyarkat, agar terbina kerjasama yang apik antara petugas kebersihan dan warga.
“Cukup mengikuti himbauan atas waktu yang telah ditetapkan sesuai Perda dalam membuang sampah. Sehingga di pagi hingga sore hari, Kabupaten Paser bersih dari sampah,” ujarnya.

Herwati juga mengatakan, pihaknya juga telah mengimbau agar pengelola TK dan SD supaya mengajarkan kepada peserta didiknya untuk lebih dini ikut peduli dengan kebersihan kota Tanah Grogot. (sur)

Kamis, 09 Oktober 2014

Minim Dokter Spesialis Anak Dikeluhkan

TANA PASER – Tingginya angka pertumbuhan dan perkembangan penduduk di Kabupaten Paser, semestinya diimbangi dengan sarana dan prasarana yang memadai. Salah satunya, minimnya Dokter Spesialis Anak yang dikeluhkan masyarakat Paser.
Seperti yang diungkapkan salah seorang warga Perum BTN Desa Jone Kecamatan Tanah Grogot, Rusdiansyah. Menurut dia, minimnya tenaga dokter spesialis, menghambat kelancaran anaknya untuk cepat mendapatkan penanganan dari dokter spesialis.
“Berhubung di sini hanya miliki satu dokter spesialis anak, makanya, buat kami mesti menunggu berjam-jam untuk memeriksakan anak ke dokter,” kata Rusdiansyah, kemarin.
Ke depan, Rusdi berharap kepada pemerintah, agar pelayanan terhadap anak lebih dimaksimalkan. Jika perlu, ada penambahan tenaga medis khusus untuk pelayanan anak.
“Meskipun saya tahu, kalau Rumah Sakit Panglima Sebaya ini hanya rumah sakit Tipe C, dengan minimal satu dokter untuk setiap kategori dokter spesialis. Tapi, alangkah baiknya, kalau tenaga medisnya ditambah sesuai kebutuhan,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Paser I Dewa Made Sudarsana saat dikonfirmasi mengakui, Paser memang kekurangan tenaga medis, terutama untuk Dokter Spesialis Anak.
“Iya, dokter spesialis kita masih kurang dan memang sudah banyak warga yang menanyakan kepada Dinkes, khususnya pelayanan kesehatan terhadap anak. Tapi untuk Rumah Sakit jenis tipe C, minimal satu dokter untuk satu spesialis,” ungkapnya.
Terkait keluhan warga, lanjut Dewa, pihaknya telah memprogramkan penambahan tenaga medis di 2015 dan berencana membangun pusat kesehatan masyarakat Tipe C di dua kecamatan lagi, untuk menunjang Rumah Sakit Panglima Sebaya naik ke rumah sakit Tipe B.
“Masih jauh sih prosesnya untuk naik ke tipe B. Tapi untuk tahun depan, kami telah memprogramkan penambahan satu Dokter Spesialis Anak lagi. Untuk memberikan pelayanan kesehatan lebih maksimal kepada masyarakat, khususnya anak-anak,” sebutnya.
“Peningkatan akses pelayanan kesehatan itu kita lakukan mulai dari tingkat layanan kesehatan terendah, seperti Pos Pelayanan kesehatan terpadu (Posyandu), Polindes, Puskesmas dan rumah sakit yang ada di Kabupaten Paser. Ini merupakan tekat kita pada tahun ini dan mendatang,” paparnya.
Menurut Dewa, kelengkapan sarana dan prasarana tersebut dilakukan secara bertahap di seluruh jaringan pelayanan. Kondisi itu juga disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia pada APBD dan APBD Perubahan 2014. “Melalui layanan kesehatan pada Posyandu ini, semoga dapat pula membantu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutupnya. (sur)

Beasiswa Paser Berkilau Dipertanyakan

TANA PASER – Beasiswa Paser Berkilau 2014 dikabarkan sudah dicairkan ke rekening masing-masing penerima yang sudah diseleksi. Namun faktanya, ada saja penerima yang belum menerima dana beasiswa itu.
“Awalnya, saya tahu dari teman sesama penerima Beasiswa Paser Berkilau 2014, bahwa telah masuk transferan di tabungannya. Ketika cek di rekening saya, tidak ada penambahan saldo,” kata salah seorang penerima beasiswa Paser Berkilau, kemarin, yang meminta namanya tidak dikorankan.
Menurut dia, rekening tabungan temannya yang telah menerima transfer dana beasiswa, memiliki rekening dari bank yang berbeda dari rekening miliknya. Dia pun mempertanyakan apakah perbedaan bank, mengganjal dia untuk menerima dana beasiswa.
“Rekening tabungan teman saya itu kan Bank Kaltim, sedangkan saya BRI. Apakah tabungan kita harus Bank Kaltim? Karena di dalam persyaratan tidak mewajibkan mencantumkan nomor rekening dari Bank Kaltim,” ucapnya heran.
Sekadar diketahui, sebanyak 1.569 penerima beasiswa Paser Berkilau 2014 bakal menerima beasiswa senilai total Rp 6 miliar yang terbagi dalam 13 kategori prestasi, seperti non eksak, eksak, skripsi/TA, pasca sarjana dalam negeri, Tesis, reward jenjang kabupaten hingga nasional, Doktor, S1 dan S2 luar negeri, kedokteran, Koas dan STPMD.
Dikonfirmasi, Kabag Kesra Kabupaten Paser Hamdani mengatakan bahwa pencairan beasiswa Paser Berkilau 2014 memang hanya melalui satu bank yaitu Bank Kaltim. “Sesuai MoU, kerjasama antara pemerintah dengan Bank Kaltim, seluruh pencairan beasiswa ini melalui Bank Kaltim,” sebutnya.
Namun demikian, lanjut dia, beasiswa tetap bisa dicairkan dengan syarat terlebih dahulu membuka tabungan di Bank Kaltim. (sur)

Achmad Ferry Usman Memang Pantas

TANA PASER – DPD Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kabupaten Paser mengapresiasi hasil keputusan DPP terkait terpilihnya Achmad Ferry Usman sebagai Pelaksana Tugas Ketua DPW Partai Nasdem Provinsi Kalimantan Timur.
“Kami sangat mengapresiasi Ketua DPP Partai Nasdem, Bapak Surya Paloh, atas keputusannya untuk memberikan mandat kepada Bapak Achmad Ferry Usman sebagai Plt Ketua DPW Kaltim Partai Nasdem,” kata Sekretaris Jenderal DPD Nasdem Paser, Eko Saputra, didampingi Ketua DPC Partai Nasdem Long Ikis, Suhaemi, kepada koran ini, kemarin.
Menurut dia, hanya figur Achmad Ferry Usman yang paling tepat untuk menjabat sebagai Pelaksana Tugas Ketua DPW Nasdem Kaltim. “Karena hanya beliau yang mengerti benar karakteristik para kader Nasdem di Kaltim. Kan sebelumnya, dia menjabat OKK DPW Nasdem Kaltim,” ujar Eko.
Selama ini, lanjutnya, loyalitas Achmad Ferry Usman kepada Partai Nasdem, tidak perlu diragukan lagi. Sebab, saat menjabat sebagai OKK DPW Partai Nasdem Kaltim, mampu menjalin tali silaturahmi dengan pengurus DPD Partai Nasdem se-Kaltim. “Beliau sering mengunjungi kami di daerah, guna memotivasi kami untuk meningkatkan elektabilitas Nasdem di daerah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Eko berharap dengan kepemimpinan Achmad Ferry Usman, elektabilitas Partai Nasdem di Kaltim dapat terus ditingkatkan. “Semoga, amanah ini dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya untuk lebih memajukan Nasdem di Kaltim dan dapat melahirkan negarawan-negarawan yang siap membangun bangsa ini,” tutupnya. (sur)

Rabu, 08 Oktober 2014

Kabut Asap Ganggu Kesehatan Dan Aktivitas Warga

TANA PASER – Warga mengeluhkan kabut asap yang semakin pekat di Kabupaten Paser, terutama pada malam hingga pagi hari. Kondisi itu mengakibatkan gangguan jarak pandang dan gangguan pernafasan.
“Sejak beberapa hari belakangan ini, kabut asap semakin pekat. Biasanya kabut asap mulai pekat dari jam 7 malam sampai jam 7 pagi. Ini membuat nafas terasa sesak ketika berada di luar rumah,” kata salah seorang warga Desa Senaken, Kecamatan Tanah Grogot, Rusdiansyah, kepada koran ini, kemarin.
Dia menerangkan, kabut asap yang melanda Kabupaten Paser dan sekitarnya hampir sepekan ini, sudah mengganggu aktivitas sehari-hari. Dia berharap, baik pemerintah daerah maupun provinsi segera mencari solusi untuk mengatasi kabut asap. Apabila tidak segera diminimalisir, dikhawatirkan warga akan terserang penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), terutama anak-anak.
Senada juga diungkapkan warga Kecamatan Paser Belengkong, Umar. Menurut diam kabut asap jelas sudah mengganggu aktivitas kesehariannya. “Untuk keluar rumah saja, saya harus menggunakan masker. Kalau tidak menggunakan masker, takutnya kena ISPA,” ujar Umar.
Meski kabut asap belum teratasi maksimal, dia tetap mengapresiasi apa yang telah dilakukan Pemkab melalui instansi terkait dan kerjasamanya bersama kepolisian dan TNI.
“Saya akui, Pemda sudah berupaya untuk menanggulangi kabut asap dengan mengerahkan armada pemadam dan kepolisian menurunkan water canon untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan, agar tidak merembet ke pemukiman,” jelasnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Paser I Dewa Made Sudarsana didampingi Kasubbag Humas Pemkab Paser Najaluddin mengaku kalau kabut asap telah mengganggu kesehatan dan meningkatkan jumlah penderita ISPA.
“Iya, kabut asap saat ini termasuk parah dan sudah ada peningkatan permintaan obat untuk ISPA. Oleh sebab itu, bagi warga yang ingin keluar rumah hendaknya menggunakan masker, supaya dapat meminimalisir potensi terkena ISPA,” ujarnya. (sur)

SK Gubernur Belum Turun, Hambat Kinerja DPRD

TANA PASER – Kinerja DPRD dan Pemkab Paser ter-ganjal Surat Ke-putusan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak yang belum keluar hi-ngga saat ini. Surat tersebut nantinya memuat pe-ngesahan nama-nama pim-pinan DPRD definitif yang telah diusulkan parpol pemenang pemilu legislatif lalu.
Kasubbag Humas dan Protokol DPRD Paser Rizky Noviar mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan tiga nama yang akan menduduki kursi pimpinan DPRD kepada Gubernur. “Kami telah mengusulkan nama-nama pimpinan DPRD Paser kepada Gubernur sejak sepekan lalu,” kata Rizky, kemarin.
Dia menerangkan, DPD II Partai Golkar telah mengusulkan Kaharuddin untuk menduduki jabatan Ketua DPRD. Sementara Partai Demokrat sebagai parpol pemenang kedua pada Pileg lalu, telah mengusulkan Ridhawati Suryana sebagai Wakil Ketua DPRD. Sedangkan pemenang ketiga yang ditempati PPP, mengajukan Abdul Latif Thaha juga sebagai Wakil Ketua DPRD Paser.
“Penetapan pimpinan DPRD akan dilakukan melalui sidang paripurna istimewa DPRD setelah ada SK dari Gubernur Kaltim yang berisi nama-nama yang diposisikan menduduki jabatan pim-pinan DPRD. Harapan kita, SK pimpinan DPRD dari Gubernur itu turun se-cepatnya agar DPRD bisa menggelar sidang paripurna istimewa,” ujarnya.
Selain mengirimkan nama yang akan men-duduki pimpinan DPRD, lanjut Rizky, pihaknya juga telah me-ngirimkan Tata Tertib (Tatib) DPRD yang sudah disusun anggota DPRD periode saat ini. “DPRD yang baru sudah menyelesaikan penyusunan Tatib dan kode etik DPRD sehingga kita kirimkan pula kepada Gubernur,” sebutnya.
Sementara itu, Ketua Sementara DPRD Paser Kaharuddin mengatakan, hingga saat ini, DPRD masioh belum bisa berbuat banyak dalam mengawal dan me-laksanakan aspirasi masyarakat, disebabkan unsur pimpinan dan alat kelengkapan dewan yang belum terbentuk.
“Roda legislatif belum bisa bergerak karena masih sementara dan belum definitif. Jadi kami masih belum memiliki we-wenang. Selain itu, alat kelengkapan juga belum terbentuk. Padahal sudah banyak aspirasi masyarakat yang sudah kami terima,” tambahnya.

Ditemui terpisah, Kasubbag Humas Pemkab Paser Najaluddin membenarkan bahwa kinerja seluru SKPD di lingkungan Pemkab Paser juga ikut terhambat. pasalnya DPRD belum menetapkan APBD-P. “Iya, banyak kegiatan dan program dari SKPD belum dilaksanakan. Dikarenakan masih menunggu disahkannya APBD-P,” tegasnya. (sur)